Memilih LKS yang Tepat untuk Siswa

Lembar kerja siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran yang berisi petunjuk, tugas, kegiatan yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Tujuan penggunaan LKS dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

  1. Memberi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik
  2. Mengecek tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang disajikan
  3. Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit disampaikan oleh lisan

Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan adanya bacaan didalam LKS yang dinilai menyebarkan ajaran komunisme di Sukabumi. Bacaan “Bang Maman dan Kali Pasir” dinilai belum layak untuk dibaca ole peserta didik kelas II SD karena isinya belum sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Di dalamnya terdapat istilah “Istri Simpanan”. Bacaan tersebut juga dinilai mengajarkan tentang sebuah kebohongan, konspirasi, dendam, dan keserakahan. Semua pihak  seolah merasa kecolongan dengan beredarnya bacaan dalam LKS tersebut. Guru atau sekolah dinilai gegabah dalam memutuskan untuk memilih LKS tersebut.

Dalam pembelajaran sebenarnya guru diperbolehkan menggunakan LKS sebagai pelengkap atau suplemen dari buku sumber yang menjadi rujukan utama dalam kegiatan pembelajaran bagi peserta didik. Selain sebagai sumber belajar, LKS juga dijadikan sarana latihan bagi peserta didik untuk menambah atau memperdalam pemahaman materi. Guru diharapkan kreatif dan inovatif dalam menyusun sumber dan bahan pembelajaran sesuai dengan kurikulum, kebutuhan, dan karakter peserta didik.

Namun yang menjadi persoalan adalah minimnya guru yang berinisiatif membuat LKS sendiri. Hal ini selain disebabkan oleh guru yang malas membuat LKS sendiri, juga disebabkan oleh belum mampunya guru untuk membuat LKS yang baik. Akhirnya guru lebih senang untuk menggunakan LKS buatan penerbit yang notabene kurang mengerti kondisi lapangan.

Salahkah jika guru menggunakan LKS buatan penerbit?

 

Berdasarkan kutipan dari dari Majalah Pendidikan Jawa Barat terbitan SUARA DAERAH edisi 486 tahun 2012 bahwa:

Penggunaan LKS buatan penerbit memberikan dampak positif maupun negatif bagi guru dan siswa. Antara lain:

Dampak Positif:

  1. Sebagai alat bantu bagi guru dalam memperkaya sumber pembelajaran selain buku yang sudah ada;
  2. Menambah wawasan peserta berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari;
  3. Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar

Dampak Negatif

  1. Kurngnya kreativitas guru dalam menyusun bahan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum, kebutuhan, dan karakter peserta didik;
  2. Peserta didik menjadi bosan dan asal-asalan dalam mengerjakan LKS;
  3. Peserta didik belajar terbatasmhanya pada LKS yang sudah ada, kurang tertantang menggali informasi dai sumber lain;
  4. Kegiatan pembelajaran terkadang menjadi kurang efektif dan menyenangkan karena cenderung hanya mengandalkan LKS karena guru kurang membimbing dalam pengerjaannya.

Ketika guru masih menggunakan LKS dari penerbit, terlebih dahulu perlu mempelajari kelayakan dan kesesuaian isi LKS tersbut dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sehingga tidak muncul kasus Penulis yang menyampaikan cerita atau materi yang kurang sesuai. Tapi alangkah baiknya guru  membuat LKS sendiri meskipun pada tahap awal merasa kesulitan. LKS yang sudah jadi bisa menjadi salah satu acuan bagaimana membuat LKS. Oleh karena itu kepada para guru marilah kita mencoba membuat LKS sendiri agar kita menjadi mandiri tidak tergantung dengan LKS dari penerbit, supaya lebih kontekstual, sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Selamat Mencoba…..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s